Edukasi Gizi Sejak Dini, Mahasiswa Universitas Andalas Sosialisasikan Pentingnya Protein Hewani di SD 03 Sungai Takuk

         Upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bertajuk Pentingnya Protein Hewani (Susu) yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari Universitas Andalas di SD 03 Sungai Takuk, Kabupaten Solok Selatan, pada Selasa, 4 Februari 2026. 

        Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengenalan Susu sebagai Sumber Protein Hewani yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada siswa sekolah dasar mengenai peran protein hewani dalam menunjang pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Sasaran utama kegiatan ini adalah anak-anak usia sekolah dasar yang berada pada fase penting pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Sebanyak kurang lebih 80 siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusiasme.






        Materi sosialisasi disampaikan oleh dua mahasiswa, yakni Sani Nasaruddin Tanjung dan Poppy Rahma Dani, dengan metode penyampaian yang komunikatif dan disesuaikan dengan karakteristik anak-anak. Para pemateri menjelaskan secara sederhana mengenai pengertian protein hewani, fungsi protein bagi tubuh, serta alasan mengapa anak-anak membutuhkan asupan protein yang cukup setiap hari. Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan susu sebagai sumber protein hewani yang mudah diperoleh dan aman dikonsumsi oleh anak - anak. 

       Dalam penyampaian materi, siswa diperkenalkan pada berbagai jenis susu yang umum dikonsumsi, seperti susu UHT dan susu murni, beserta perbedaan di antara keduanya. Selain itu, pemateri juga menjelaskan waktu yang tepat untuk mengonsumsi susu, manfaat rutin minum susu bagi kesehatan tulang dan daya tahan tubuh, serta dampak yang dapat terjadi apabila kebutuhan protein tidak terpenuhi secara optimal. Materi ini dikemas dengan bahasa yang ringan agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. 

        Untuk menambah daya tarik dan meningkatkan partisipasi siswa, kegiatan sosialisasi tidak hanya berfokus pada penyampaian materi satu arah. Mahasiswa juga mengadakan sesi kuis dan tanya jawab yang melibatkan siswa secara langsung. Melalui kuis tersebut, siswa diajak untuk mengingat kembali materi yang telah disampaikan sekaligus melatih keberanian mereka dalam menyampaikan pendapat. Suasana kegiatan menjadi semakin hidup dengan respons aktif dari para siswa yang antusias menjawab pertanyaan.





        Selain kuis, kegiatan ini juga dilengkapi dengan dokumentasi foto bersama menggunakan bingkai bertema susu yang telah disiapkan sebelumnya. Kegiatan dokumentasi ini tidak hanya menjadi kenang-kenangan bagi siswa, tetapi juga menjadi media kampanye edukatif yang menyenangkan. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebiasaan hidup sehat, mahasiswa turut membagikan susu kepada seluruh peserta sosialisasi. Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan seputar kebiasaan minum susu di rumah, jenis susu favorit, hingga manfaat susu bagi tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi berhasil menarik perhatian siswa dan mendorong rasa ingin tahu mereka terhadap pentingnya gizi seimbang. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak sekolah, pemerintah nagari, serta kader setempat yang turut berperan dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan.



        Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa berharap siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya protein hewani, khususnya susu, sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Edukasi gizi sejak dini diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan serta mendukung terciptanya generasi yang sehat, kuat, dan cerdas di masa depan. Sebagai pesan penutup, mahasiswa menyampaikan ajakan kepada seluruh siswa untuk membiasakan konsumsi susu setiap hari melalui jargon, “Ayo minum susu setiap hari biar badan sehat, tulang kuat, dan jadi anak hebat!” Ajakan ini diharapkan dapat menjadi pengingat sederhana namun bermakna bagi anak-anak dalam menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

Oleh : Rika Sabri, Sani Nasaruddin Tanjung, dan Poppy Rahma Dani

(KKN Reguler I Tahun 2026 Universitas Andalas, Nagari Sungai Kunyit, Kabupaten Solok Selatan)



Comments