PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DAN PENANAMAN TANAMAN OBAT KELUARGA DI JORONG TARATAK NAGARI SUNGAI KUNYIT OLEH MAHASISWA KKN REGULER I UNAND 2026

 Penulis: Dr. Rika Sabri, S.Kp.,M.Kes.,Sp.Kep.Kom , Nurhabiba, Arya Nopandi


Sebanyak 25 orang mahasiswa Universitas Andalas dengan berbagai latar belakang fakultas berbeda-beda, saat ini sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Sungai Kunyit yang berada di kabupaten Solok Selatan, provinsi Sumatera Barat. Masyarakat nagari Sungai Kunyit sebagian besarnya berprofesi sebagai petani, sehingga menggugah mahasiswa KKN yang berasal dari fakultas pertanian menerapkan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah untuk direalisasikan di masyarakat.

Adapun program kerja di bidang pertanian yang dilakukan yaitu melakukan Sosialisasi kepada masyarakat di jorong taratak nagari Sungai Kunyit tentang pembuatan pestisida nabati dan penanaman tanaman obat keluarga yang telah dilaksanakan pada rabu 28 Januari 2026.

Kegiatan pertanian dan pemanfaatan pekarangan rumah masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di Jorong Taratak Sungai Kunyit. Namun, dalam praktiknya masih banyak masyarakat yang bergantung pada pestisida kimia untuk mengendalikan hama tanaman. Penggunaan pestisida kimia yang terus-menerus dapat menimbulkan dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, rusaknya tanah, serta risiko kesehatan bagi manusia. Selain itu, pemanfaatan tanaman obat sebagai obat tradisional juga mulai jarang dilakukan, padahal tanaman tersebut mudah ditanam dan memiliki banyak manfaat.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja berupa sosialisasi pembuatan pestisida nabati dari daun sirsak dan penanaman tanaman obat di Taman Dasawisma Jorong Taratak Sungai Kunyit. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai cara pengendalian hama yang lebih aman dan ramah lingkungan, serta mengajak masyarakat untuk kembali memanfaatkan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari.

Daun sirsak (Annona muricata) mengandung senyawa aktif yang bersifat insektsida alami sehingga berpotensi digunakan sebagai pestisida nabati.disisi lain tanaman obat keluarga seperti jahe, kunyit, serai, dan lidah buaya memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan keluarga. Program kuliah kerja nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan pestisida nabati dari daun sirsak sebagai teknik pengendalian hama dan penyakit pada tanaman obat tradisional  yang dibudidayakan.

Daun sirsak dipilih sebagai bahan utama pestisida nabati karena mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan memiliki kandungan alami yang dapat mengendalikan hama tanaman. Pestisida nabati dari daun sirsak relatif aman digunakan, tidak merusak lingkungan, dan dapat dibuat sendiri oleh masyarakat dengan bahan yang sederhana. Selain itu, penanaman tanaman obat dilakukan untuk memanfaatkan lahan taman dasawisma agar lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, yaitu melibatkan anggota dasawisma dan masyarakat sekitar secara langsung. Kegiatan diawali dengan observasi untuk melihat kondisi taman dan mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang pestisida nabati dan tanaman obat. Setelah itu, dilakukan sosialisasi yang disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan.

Dalam proses pembuatan pestisida nabati ini yang dilaksanakan ke masyarakat di nagari Sungai Kunyit dipandu langsung oleh mahasiswa KKN yakni Nurhabiba dan Arya Nopandi dari departemen Proteksi Tanaman fakultas pertanian, dan didampingi langsung oleh bapak wali jorong yaitu bapak Hendra. Pada kegiatan sosialisasi, mahasiswa menjelaskan apa yang dimaksud dengan pestisida nabati, serta dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida kimia secara berlebihan. Selanjutnya, mahasiswa mempraktikkan cara pembuatan pestisida nabati dari daun sirsak, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga cara penggunaannya pada tanaman. Masyarakat terlihat antusias dan aktif bertanya selama kegiatan berlangsung.



Setelah kegiatan sosialisasi, dilanjutkan dengan penanaman tanaman obat di Taman Dasawisma. Tanaman obat yang ditanam antara lain jahe, kunyit, serai, dan lidah buaya. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama oleh mahasiswa dan masyarakat. Selain menanam, mahasiswa juga memberikan penjelasan singkat mengenai manfaat masing-masing tanaman dan cara perawatannya.




Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya respon positif dari masyarakat. Masyarakat menjadi lebih memahami bahwa pestisida nabati dapat menjadi alternatif yang aman untuk mengendalikan hama tanaman. Selain itu, keberadaan taman tanaman obat memberikan manfaat jangka panjang karena dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk kebutuhan sehari-hari

Secara keseluruhan, program kerja KKN berupa sosialisasi pembuatan pestisida nabati dari daun sirsak dan penanaman tanaman obat di Taman Dasawisma Jorong Taratak Sungai Kunyit berjalan dengan lancar. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan meningkatkan kemandirian dalam menjaga kesehatan keluarga.






Comments